LPM BHANU TIRTA

Wednesday, 28 January 2026

Persimpangan

 

                                            Pinterest


Kita memang berbeda

tak seperti selayaknya; kekasih

Selalu terpisah oleh jarak


Jarak yang memberi,

keahlian saling mengerti

keahlian merawat rindu

dan terbiasa tak bertemu


Hingga pertemuan menjadi petaka

Berpisah di persimpangan

Memilih jalan yang tak sama

Sama-sama masuk ke jalan yang berbeda


Terus jalan,

Melewati banyak belokan

Tikungan, perempatan, dan persimpangan


Hingga pertemuan kedua,

Kita kembali di jalan yang sama

Berpegangan menuju persimpangan

Menata keyakinan, kembali berjalan

Melewati dengan keyakinan


Sempat kita saling pergi

Tapi selalu saling kembali

Di titik ini kita berdiri,

Menghadapi persimpangan lagi


Tak ada janji yang terlalu tinggi

Hanya langkah pelan yang kita pilih

Kadang ragu, kadang ingin berhenti

Tapi tetap berjalan meski tak pasti


Jika nanti persimpangan datang lagi,

Kita tahu, pergi bukan satu-satunya arti

Ada diam yang harus dipahami

Ada tinggal yang harus disadari


Jika akhirnya kita sampai di ujung,

Bukan karena jalan selalu lurus

Tapi karena kita memilih,

Untuk tetap berjalan bersama.


Penulis: Chintya Putri P.

Editor: Nanda Sania

Utuh?

 

                                        Pinterest

Tubuhku lemah,

Ragaku hilang arah

Perasaanku? sudahlah

Diriku sendiri menyerah


Betapa banyak kekosongan,

Yang bahkan merenggut kesadaran

Sungguh, bahkan aku tidak menyadari

Kehilangan arah pun tujuan, diri ini.


Berapa banyak yang harus ku isi?

Berapa banyak yang harus ku ganti?

Agar semua rumpang ini kembali utuh

Agar semua kosong kembali penuh 


Tak terasa hangat nyala api 

Tak terasa hangat rasa dihati

Bukan sengaja aku hingga melupa

Ada raga lain yang tengah berusaha


Tuan, biarkan aku nyalakan hangat ini

Biarlah aku yang berusaha menyakini 

Bahwa raga ini mampu, 

raga ini mau.


Diraihnya hangat itu,

dihidupkan kembali nyala api hangat

Hingga, raga ini mematung sesaat


Hangat.

Tiada dibiarkannya raga ini terlalu mendekat

Meraup segala kekosongan, hingga

aku merasa utuh, juga penuh.


Penulis: Dewi Nur Laila

Editor: Nanda Saniaroh

Wednesday, 31 December 2025

Keluhkan Sumber Air Sulit: Warga Dusun Gambaranyar Andalkan PAMSIMAS Sebagai Solusi

 

Aliran Sungai Bladak di Lereng Gunung Kelud,
28/12/25, (Foto: LPM Bhanu Tirta)

Persma Bhanu Tirta - Bermukim di dataran tinggi khususnya perbukitan membuat warga Dusun Gambaranyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, kesulitan mendapatkan air. Hal ini memicu terjadinya keresahan warga akibat krisis air. Sumber air yang tersedia berada jauh di dalam hutan, tepatnya ada di sebelah timur perkampungan, Minggu, (28/12/2025).

“Itu kan (sumber) sumur resapan ya mas, dari akar-akar pohon yang ada di hutan, jadi untuk kebutuhan desa ya kurang mencukupi" Jelas Kepala Dusun Gambaranyar, Eko Novianto pada 28/12/25.

Letak geografis Dusun Gambaranyar yang berada di dataran tinggi, Lereng Gunung Kelud, membuat sumber air jauh berada di bawah tanah. Sehingga jika melakukan pengeboran sumur, harus membuat lubang yang cukup dalam.

Eko menjelaskan, masyarakat sempat mengeluhkan sulitnya mencari sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil musyawarah pemerintah desa bersama masyarakat, akhirnya pada tahun 2011 terbentuk kelompok Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (PAMSIMAS).

"Masyarakat Desa Sumberasri pernah mendatangi perangkat desa setempat untuk mengeluhkan adanya krisis air mas," Ujar Pria berusia 30-an tersebut.

Pengambilan sumber air oleh PAMSIMAS berasal  dari Sungai Bladak yang berada di sebelah utara candi Gambarwetan. Pengambil air tersebut menggunakan pipa berdiameter 3 inci yang melewati lereng-lereng perbukitan.

Melalui pengairan tersebut, dapat mencakup 3 desa atau sekitar 330 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan di Desa Sumberasri sendiri terdapat 120 KK yang terdaftar pada data PAMSIMAS. Mengenai biaya perawatannya, pemerintah desa menggunakan sistem berbayar senilai Rp. 10.000 per-KK dan beberapa menggunakan sistem meteran.

 

Penulis: Neha, Diah, Bahrul, Kana, Laila

Editor: Fufut Shokhibul


Monday, 29 December 2025

HIRUK TAMBANG PASIR: MUNCULKAN DAMPAK NEGATIF BAGI WARGA HINGGA ANCAMAN BAGI CANDI GAMBARWETAN


Aktivitas Pertambangan di Aliran Lahar Gunung Kelud
28/12/25, (Foto: Dina)

Persma Bhanu Tirta - Aktivitas penambangan pasir dan batu di Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, masih terus berlangsung dan menjadi salah satu keresahan masyarakat setempat. Di sepanjang aliran sungai, truk-truk pengangkut material hilir mudik setiap hari, menandai hidupnya sektor tambang yang telah lama dilakukan, Minggu, (28/12/2025) 

Dampak dari pertambangan sudah cukup parah, tidak memungkinkan untuk dilakukan aktivitas pertambangan kembali. Selain merugikan masyarakat sekitar karena menghasilkan polusi, tambang pasir ini mengancam kelestarian Candi Gambarwetan yang berada tepat di sebelah lokasi pertambangan.

Sejumlah warga mengaku aktivitas tambang telah lama dikeluhkan. Bahkan, persoalan tersebut disebut pernah dilaporkan kepada aparat penegak hukum, namun hingga kini kegiatan penambangan masih terus berjalan.

Sakjane wes tau dilaporke neng polisi mas, tapi panggah ngengkel ae, (sebetulnya sudah pernah dilaporkan ke polisi mas, tapi tetap berjalan terus),” Ujar warga di sekitar tambang yang enggan disebutkan namanya.

Terlebih lagi area yang akan berdampak apabila permasalahan ini berlanjut adalah desa Pacuh dan sekitarnya. Dampaknya bukan hanya berasal dari kegiatan pertambangan itu sendiri, namun bisa juga pada situasi gunung Kelud yang masih aktif hingga sekarang.

Bangunan Candi Gambarwetan yang masih dalam proses pemugaran juga terancam runtuh. Sejumlah pihak menilai aktivitas tambang di sekitarnya perlu mendapat pengawasan ketat agar tidak berdampak pada kelestarian situs budaya tersebut.

Meski demikian, pihak pengelola cagar budaya menyatakan hingga saat ini belum pernah terjadi konflik langsung antara aktivitas pertambangan dengan keberadaan Candi Gambar Wetan.

“Kalau konflik antara cagar candi dengan penambangan yang berada di sampingnya itu tidak pernah terjadi Mas,” Jelas salah satu petugas Cagar Candi Gambar Wetan yang enggan disebutkan namanya.

Petugas candi dan warga setempat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat mengambil langkah tegas dan bijak dalam menyikapi persoalan ini. 

Penertiban perizinan serta pengawasan terhadap dampak lingkungan dinilai penting agar kelestarian Candi Gambarwetan tetap terjaga, sekaligus kenyamanan masyarakat sekitar tidak terganggu oleh aktivitas pertambangan.

 

Penulis: Kamal, Syahdan, Dina, Zahra, Sofia

Editor: Fufut Shokhibul


MUNCUL WAJAH BARU YANG ASRI DAN KIAN MENGHIJAUKAN DI BALIK PROBLEMATIKA BUKIT TELETUBBIES

 

Suasana Pagi yang Sejuk dan Asri di Bukit Teletubbies
28/12/25, (Foto: As'at)

Persma Bhanu Tirta - Bukit hijau yang dulu ramai oleh wisatawan kini tampak sunyi. Jalan setapak yang mengarah ke Bukit Teletubbies di Desa Sumberasri perlahan kembali menjadi jalur kebun, tanpa tiket masuk, tanpa pengelola, dan nyaris tanpa perawatan sejak aktivitas wisatanya berhenti, Minggu, (28/12/2025).

Bukit Teletubbies yang populer disebut oleh khalayak ramai sebenarnya memiliki nama awal Gardu Pandang, wisata yang dikelola oleh Masyarakat lokal di Kabupaten Blitar ini sempat mencapai puncak ketenarannya padah rentang 2016 - 2017.

Pengelola lama bukit Teletubbies, Budi Kuwatono, menjelaskan bahwa perjalanan boomingnya tempat ini berawal dari tahun 2015.

"Akhirnya alhamdulillah 2015 sampai 2018 booming puncaknya 2016 - 2017,"  Ujarnya.

Seiring bertambahnya waktu, destinasi wisata ini mulai tidak terawat dan kian surut peminat membuat  ekonomi masyarakat menurun. Semula warga dapat mencari tambahan sesuap nasi dari wisata ini, Kini warga hanya bisa berharap agar wisata alam ini kedepannya semakin membaik.

Selaras dengan hal tersebut Kepala Dusun Gambaranyar, Eko Noviantoberharap jika bukit Teletubbies dapat beroperasi Kembali.

 “Harapan bisa dikelola lagi untuk kemajuan masyarakat,” ucap Eko pada (28/12/2025).

Meski menyisakan kekhawatiran di kalangan masyarakat, pesona Bukit Teletubbies belum sepenuhnya pudar. Perbukitan yang hijau membentang, dipadu udara sejuk khas dataran tinggi, masih menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang dari berbagai daerah untuk sekadar melepas penat dan menikmati keasrian alam.

 

Penulis: Nadia, Anisa, Tika, As’at

Editor: Fufut Shokhibul