![]() |
| Sesi Foto Bersama Diskusi Negara dalam Pandangan Sosialis. ( Foto: Lapak Baca Ceria) |
Persma Bhanu
Tirta - Diskusi Tematik yang diinisiasi oleh
Lapak Baca Ceria berhasil Menyita atensi publik. Mengusung tema “Negara dalam
Pandangan Sosialis", menjadikan forum begitu sesak dengan pemikiran kritis
para peserta, Rabu, (25/02/2026).
Forum dipantik oleh Alex Cahyono, berlokasi di Kedai Kopi Satu Rasa
Kota Blitar. Akibat tingginya antusias peserta, diskusi berlangsung mulai pukul
8 malam hingga pukul setengah 1 dini hari.
Alex memaparkan bahwa memperjuangkan kehidupan masyarakat tanpa kelas merupakan
tujuan mendasar dalam konsep sosialisme.
“Dalam konsep sosialisme, hal pertama yang diperjuangkan ialah kehidupan masyarakat tanpa adanya kelas, mengutamakan kepentingan kolektif, yang kemudian harapannya tidak ada ketimpangan dalam sebuah struktur masyarakat atau negara,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Aktivis blitar itu juga menjelaskan bahwa, sosialisme sama halnya
seperti cinta. Selalu indah pada konsep, namun dalam implementasinya banyak
ditemukan kekurangan.
“Seperti cinta, sosialisme ini sangat indah secara konsep, tapi dalam
praktiknya masih banyak ditemukan kelemahan, misalnya uni soviet, pada awal masa
transisi negara, banyak pertumpahan darah dan kemiskinan setidaknya 2 hingga 3
tahun,” tegasnya.
Ali Ma’ruf, salah satu peserta diskusi berpendapat, bahwa lewat forum ini ia
dapat memahami perspektif sosialis melihat kapitalisme dan peran negara. Negara
seharusnya berpihak pada kepentingan kolektif, bukan hanya bersifat netral.
“Jujur, berkat diskusi malam ini saya menjadi paham bagaimana perspektif
sosialis dalam melihat alat-alat produksi dan peran negara, diskusi ini membuka
mata saya bahwa kemiskinan dan ketimpangan itu bukan nasib, tetapi ada sistem
yang mengaturnya,” pungkasnya.
Ia berharap diskusi mengenai literasi politik kedepannya sering diselenggarakan
terutama di blitar. Mengingat, dalam upaya membangun kesadaran kolektif, harus
ada forum-forum yang bersifat santai tetapi mengandung substansi didalamnya.
Penulis:
Fufut Shokhibul
Editor:
Nanda Saniaroh
