Resahkan Wacana Penggusuran Sekolah, Warga Blitar Gelar Aksi Tolak Pembangunan KDMP di Lingkungan SDN Tegalrejo 01 - LPM BHANU TIRTA

Friday, 8 May 2026

Resahkan Wacana Penggusuran Sekolah, Warga Blitar Gelar Aksi Tolak Pembangunan KDMP di Lingkungan SDN Tegalrejo 01

Dokumentasi aksi penolakan rencana pembangunan KDMP
di Lingkungan SDN Tegalrejo 01, 08/05/26 (Foto:LPM Bhanu Tirta)

 

Persma Bhanutirta — Kekhawatiran terhadap nasib pendidikan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tegalrejo 01 mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait rencana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di area sekolah. Pertemuan yang digelar di kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar itu dihadiri Wali Murid, Komite Sekolah, Pemerintah Desa, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), hingga perwakilan Dinas Pendidikan,  Jumat, (8/5/2026).

Selain itu, puluhan guru, wali murid dan mahasiswa anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) terlihat berada di area parkir Kantor DPRD Kabupaten Blitar untuk menyuarakan penolakan recana peralihan sebagian bangunan SDN Tegalrejo 01 menjadi KDMP.

Pihak sekolah bersama wali murid menyampaikan keresahan terhadap rencana pembangunan KDMP yang disebut akan menggunakan sebagian fasilitas pendidikan di SDN Tegalrejo 01, Selopuro, Blitar. Kekhawatiran tersebut muncul karena pembangunan dinilai dapat mengurangi area sekolah dan mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Dalam wawancara usai RDP, Sunarto selaku ketua PGRI kabupaten Blitar menegaskan bahwa fasilitas pendidikan seharusnya tidak dijadikan objek Pembangunan. “Jangan menggunakan fasilitas pendidikan, karena bagaimanapun pendidikan adalah segalanya,” jelasnya.

Ia juga menyinggung kasus SDN Tlogo 02, Kanigoro, Blitar yang disebut telah mengalami pengurangan lahan sekolah, “Yang telah jadi korban itu SD di Tlogo dan jangan sampai ada korban lain,” tuturnya.

Pria yang berkeseharian mengajar di salah satau sekolah SMP Gandusari, menambahkan bahwa perjuangan penolakan pembangunan tersebut masih terus dilakukan bersama berbagai pihak, “Saya dan teman-teman masih belum berhenti berjuang bersama PGRI dan bersama Dinas Pendidikan,” tegasnya.

Keresahan serupa juga disampaikan Ketua Komite SDN Tegalrejo 01, Rudianto Indra Setiawan, ia menjelaskan bahwa pembangunan direncanakan memakan area cukup luas, termasuk sebagian besar lahan sekolah dan area parkir.

“Ukuran 40 × 30 meter serta lahan parkir 7 meter × 3 meter itu habis dan hanya menyisakan perpustakaan, gedung, dan separuh halaman. Kurang lebih hanya 20 persen yang tersisa,” jelasnya.

Menurut pria yang kerap disapa Rudianto menyampaikan bahwa pihaknya sebenarnya mendukung program KDMP, namun menolak apabila pembangunan dilakukan dengan menggunakan fasilitas pendidikan.

“Kami menerima program KDMP, tapi mohon jangan menggunakan fasilitas pendidikan,” ujarnya.

Ia khawatir luas sekolah akan semakin menyempit hingga berdampak pada keberlangsungan sekolah.

“Itu nanti mempengaruhi area sekolah yang jadi semakin menciut dan bisa-bisa sekolah ini mati nantinya,” katanya.

Zainal Fanani selaku Kepala Desa (Kades) juga berharap pembangunan KDMP di Desa Tegalrejo tidak mengganggu area sekolah. Ia membandingkan kondisi tersebut dengan sekolah lain yang masih memiliki alternatif pemindahan aset. 

“Untuk yang di Tlogo itu masih ada aset yang bisa dipindahkan, sedangkan untuk yang di Tegalrejo tidak ada,” pungkasnya. 

Diketahui, rencana pembangunan tersebut diperkirakan akan berdampak pada sekitar 106 siswa. Hingga saat ini, warga bersama pihak sekolah masih terus menyuarakan penolakan dan berharap pembangunan KDMP dapat dialihkan ke lokasi lain yang tidak berdampak pada fasilitas pendidikan.


Penulis: Salma Addina

Editor: Farid Adrian



Comments


EmoticonEmoticon