Aliansi Cipayung Plus Blitar Gelar Aksi di DPRD Bawa Tuntutan Isu Nasional - LPM BHANU TIRTA

Sunday, 28 June 2026

Aliansi Cipayung Plus Blitar Gelar Aksi di DPRD Bawa Tuntutan Isu Nasional

Foto: Massa aksi menemui perwakilan DPRD didepan gerbang.

LPM Bhanu Tirta – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Cipayung Plus Blitar Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar. Aksi turun ke jalan ini membawa tuntutan besar bertema "Evaluasi Kebijakan Kebobrokan Nasional" sebagai bentuk respons atas situasi nasional yang dinilai kian mengkhawatirkan pada hari Kamis (25/6/2026).

Masa yang terdiri dari berbagai organisasi kampus yang ada di Blitar memulai aksi dengan long march dari eks Pasar Kanigoro menuju Kantor DPRD Kab. Blitar. Masa juga melakukan pembentangan spanduk yang bertuliskan tuntutan yang hendak mereka sampaikan. 

Sesampai didepan Kantor DPRD, massa aksi langsung bergantian menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka.

Massa aksi menegaskan bahwa Indonesia saat ini tengah dikepung oleh krisis kompleks. Mereka menyoroti berbagai persoalan krusial, mulai dari tekanan stabilitas ekonomi, membengkaknya beban fiskal negara, lemahnya tata kelola pemerintahan, menyempitnya ruang demokrasi, hingga maraknya eksploitasi sumber daya alam (SDA) yang berdampak nyata pada kesengsaraan rakyat.

Dalam orasi kali ini, massa mendesak 11 poin tuntutan. Utamanya mendesak agar pemerintah mengevaluasi dan menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) jika terbukti membebani keuangan negara. Selain itu, mereka juga menuntut stabilisasi harga bahan pokok, kesejahteraan tenaga pendidik, dan evaluasi anggaran APBN/APBD.

Aksi ini berhasil membuat salah satu pimpinan DPRD Kabupaten Blitar keluar untuk berdialog dengan massa, serta memberikan janji langsung di depan puluhan massa. Pimpinan dewan tersebut berjanji akan meneruskan 11 poin tuntutan mahasiswa ke pemerintah pusat  dalam waktu paling lambat 5 hari kerja. Tidak hanya itu, sebagai bentuk keterbukaan, pihak DPRD juga mengizinkan perwakilan mahasiswa dari Cipayung Plus untuk ikut masuk dan mengawal langsung jalannya rapat pembahasan tuntutan tersebut.

Di tengah jalannya aksi yang dikawal ketat aparat keamanan, situasi sempat menegang karena faktor kelelahan baik dari massa maupun aparat, sempat beredar kabar burung mengenai adanya penangkapan salah satu peserta aksi. Namun, Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Santa Febriana, langsung meluruskan kesalah pahaman tersebut.

​“Hari ini sedikit keos. Mungkin dari teman-teman ada yang capek dan dari aparat juga ada yang capek, seperti itu. Hal ini sudah biasa terjadi saat teman-teman melakukan aksi,” ujar Santa Febriana saat diwawancarai di lokasi. Ia meminta seluruh massa untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan fokus pada substansi 11 tuntutan yang sedang diperjuangkan. Serta terus menyerukan satu komando, satu tujuan.

Di akhir aksi, mahasiswa berjanji apabila tuntutan ini diabaikan oleh para pemangku kebijakan, maka mereka akan terus melakukan konsolidasi masif dan mengawal gerakan secara konstitusional demi tegaknya demokrasi dan keadilan sosial di negara ini.

Penulis: Andini Mei Wulandari
Editor: Farid Adrian

Comments


EmoticonEmoticon