Keluhkan Sumber Air Sulit: Warga Dusun Gambaranyar Andalkan PAMSIMAS Sebagai Solusi - LPM BHANU TIRTA

Wednesday, 31 December 2025

Keluhkan Sumber Air Sulit: Warga Dusun Gambaranyar Andalkan PAMSIMAS Sebagai Solusi

 

Aliran Sungai Bladak di Lereng Gunung Kelud,
28/12/25, (Foto: LPM Bhanu Tirta)

Persma Bhanu Tirta - Bermukim di dataran tinggi khususnya perbukitan membuat warga Dusun Gambaranyar, Desa Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, kesulitan mendapatkan air. Hal ini memicu terjadinya keresahan warga akibat krisis air. Sumber air yang tersedia berada jauh di dalam hutan, tepatnya ada di sebelah timur perkampungan, Minggu, (28/12/2025).

“Itu kan (sumber) sumur resapan ya mas, dari akar-akar pohon yang ada di hutan, jadi untuk kebutuhan desa ya kurang mencukupi" Jelas Kepala Dusun Gambaranyar, Eko Novianto pada 28/12/25.

Letak geografis Dusun Gambaranyar yang berada di dataran tinggi, Lereng Gunung Kelud, membuat sumber air jauh berada di bawah tanah. Sehingga jika melakukan pengeboran sumur, harus membuat lubang yang cukup dalam.

Eko menjelaskan, masyarakat sempat mengeluhkan sulitnya mencari sumber air untuk kebutuhan sehari-hari. Berdasarkan hasil musyawarah pemerintah desa bersama masyarakat, akhirnya pada tahun 2011 terbentuk kelompok Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (PAMSIMAS).

"Masyarakat Desa Sumberasri pernah mendatangi perangkat desa setempat untuk mengeluhkan adanya krisis air mas," Ujar Pria berusia 30-an tersebut.

Pengambilan sumber air oleh PAMSIMAS berasal  dari Sungai Bladak yang berada di sebelah utara candi Gambarwetan. Pengambil air tersebut menggunakan pipa berdiameter 3 inci yang melewati lereng-lereng perbukitan.

Melalui pengairan tersebut, dapat mencakup 3 desa atau sekitar 330 Kepala Keluarga (KK). Sedangkan di Desa Sumberasri sendiri terdapat 120 KK yang terdaftar pada data PAMSIMAS. Mengenai biaya perawatannya, pemerintah desa menggunakan sistem berbayar senilai Rp. 10.000 per-KK dan beberapa menggunakan sistem meteran.

 

Penulis: Neha, Diah, Bahrul, Kana, Laila

Editor: Fufut Shokhibul



Comments


EmoticonEmoticon