![]() |
| Foto: LPM Bhanu Tirta |
Persma Bhanu Tirta — Blitar kembali mengadakan Diskusi publik, membedah buku Reset Indonesia yang digelar di Warung Pecel Tegal Sengon, Desa Bendo, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Selasa (23/12/2025).
Buku Reset Indonesia lahir dari rangkaian ekspedisi jurnalistik lintas generasi yang dilakukan selama kurang lebih 15 tahun. Karya ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang para penulisnya dalam membaca Indonesia dari wilayah pinggiran hingga pusat persoalan, dengan pendekatan langsung ke lapangan dan berangkat dari realitas yang dialami masyarakat.
Menariknya, buku ini ditulis oleh empat penulis dari latar generasi yang berbeda. Farid Gaban mewakili generasi Baby Boomer, Dandhy Laksono dari Generasi X, Yusuf Priambodo dari generasi Milenial, serta Benaya Harobu dari Generasi Z. Perbedaan generasi tersebut memperkaya sudut pandang dalam melihat perubahan sosial, politik, dan pembangunan di Indonesia.
Diskusi publik ini dihadiri langsung oleh salah satu penulis Reset Indonesia, Dandhy Laksono. Dalam forum tersebut, peserta aktif menyampaikan pertanyaan dan pandangan terkait kondisi sosial-politik nasional, ketimpangan pembangunan, serta arah masa depan Indonesia sebagaimana dipotret dalam buku.
"Buku ini kami tulis berdasarkan hasil observasi dan riset lapangan yang mendalam, dari perjalanan panjang yang tergabung dalam beberapa ekspedisi," Ujar Dandhy Laksono.
Melalui ekspedisi jurnalistik yang mereka lakukan, para penulis mencatat berbagai realitas sosial yang ditemui langsung di lapangan. Mulai dari persoalan kesehatan, kerusakan lingkungan, hingga ketimpangan pembangunan yang masih dirasakan masyarakat di berbagai daerah, terutama di wilayah yang selama ini dianggap sebagai penghasil sumber daya alam besar.
Saat membahas persoalan lingkungan, khususnya sektor pertambangan, Dandhy Laksono menyoroti ironi kemiskinan di daerah kaya sumber daya alam. Ia mengungkapkan bahwa sepuluh provinsi termiskin di Indonesia justru merupakan daerah penghasil tambang terbesar.
“Kita tahu cerita klasik tentang Freeport penghasil emas dan tembaga terbesar di dunia itu sekarang ada di Papua Tengah, persentase penduduk miskin nya mencapai 28,9%, menjadikan salah satu provinsi dengan angka kemiskinan tertinggi di Indonesia,” ungkapnya.
Diskusi ini sebagai ruang
refleksi bersama bagi peserta untuk memahami ulang wajah Indonesia melalui
perspektif lapangan, sekaligus mendorong kesadaran kritis atas persoalan
struktural yang masih membelit negeri ini. Buku Reset Indonesia pun diharapkan
menjadi pemantik dialog publik untuk menata ulang arah pembangunan yang lebih
adil dan berpihak pada masyarakat.
Penulis: Nanda Sania
Editor: Fufut Shokhibul
