UNU Blitar Memanas! Aliansi Aktivis Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Pemecatan Dosen Cabul - LPM BHANU TIRTA

Wednesday, 20 May 2026

UNU Blitar Memanas! Aliansi Aktivis Mahasiswa Gelar Aksi Tuntut Pemecatan Dosen Cabul

Foto: Mahasiswa UNU Blitar menggeruduk Kampus 1 UNU Blitar dan menyuarakan tuntutan.

LPM Bhanutirta – Sejumlah mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar menggelar Aksi Damai di depan Gedung Kampus 1 UNU Blitar. Aksi ini buntut dari dua kali audiensi yang tidak menemukan titik terang. Aksi damai yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiwa UNU Blitar sebagai bentuk kepedulian dan tuntutan mahasiswa terhadap penanganan kasus kekerasan seksual dengan lebih serius . Selasa (19/05/26).

 Massa memulai aksi dengan long march dari sisi utara Alun-alun Kota Blitar menuju kampus 1 UNU Blitar sembari menyanyikan lagu-lagu perjuangan sebagai bentuk semangat dan solidaritas. Aksi diwarnai dengan orasi menyuarakan keresahan para mahasiswa terhadap tindakan oknum dosen yang diduga melakukan kasus kekerasan seksual. 

Kordinator lapangan, Najib Zamzami, lewat orasinya mengatakan bahwa aksi ini didasari oleh rasa kemanusiaan. Kampus seakan acuh terhadap kasus pelecehan yang sering terjadi.

“Kampus seolah-olah diam hingga ada pihak yang menormalisasikan kekerasan seksual ini,” ungkapnya.

 Ia menegaskan bahwa aksi ini adalah langka lanjutan, buntut dari beberapa audiensi sebelumnya yang belum menemukan kesepakatan.

 “Kami telah melakukan dua kali audiensi dengan pihak kampus, namun nyatanya terduga pelaku dinonaktifkan sementara, yang bisa kembali mengajar kapan saja,” pungkasnya.

 Ahmad Kafiy, selaku kordinator aksi, menuntut oknum dosen terduka pelaku kekerasan seksual untuk dipecat secara tidak hormat dan memberikan perlindungan terhadap korban dari ancaman dan diskriminasi akademik.

 “Jikalau tuntutan kami tidak terpenuhi, kami siap untuk memboikot pihak kampus dan menyatakan ‘Mosi Tidak Percaya’,” ujarnya.

 Ia juga menyayangkan jika kampus yang seharusnya menjadi tempat aman untuk berjalannya ruang intelektual malah menjadi sarang bagi predator seksual.

 “Saya merasa kecewa ketika kampus yang seharusnya menjadi ruang berdialektika malah menjadi sarang predator seksual!”  tegasnya.

 Salah satu orator yang mengenalkan dirinya sebagai mahasiswa dan aktivis pelajar NU, juga ikut menyuarakan keresahan. Ia membacakan puisi satir berisi kritikan kepada birokrasi kampus, berjudul ‘Kampus Hijau’.

 Setelah hampir 2 jam aksi berlangsung, Wakil Rektor 1 UNU Blitar, Mohamad Fatih, baru turun menemui massa aksi. Dalam dialog tersebut Fatih mewakili rektorat menandatangani surat permohonan yang diajukan mahasiswa.

 Dalam mediasi antara pihak rektorat dan mahasiswa, menghasilkan tandatangan Kotak Kesepakatan Bersama. Inti poin-poinnya berisi tuntutan pemecatan secara tidak hormat kepada pelaku Kekerasan Seksual, menjamin keamanan akademis dan pendampingan psikis korban dengan serius.

Penulis: Bahrul 

Editor: Farid Adrian


Comments


EmoticonEmoticon