Negeri yang Menoleh Kuasa, Melupa Cinta - LPM BHANU TIRTA

Monday, 9 February 2026

Negeri yang Menoleh Kuasa, Melupa Cinta

              

Bersahaja ia melangkah di lorong gelisah

membawa wibawa seolah tak tergoyah

menyampirkan kabar tanpa cermin kaca

ringan di tangan, berat di dada manusia.


Tak pernah terlintas wabah menjelma bara

membakar hari, menyesakkan udara

pilihan demi pilihan terus bersambung

tanpa sanjung, tanpa ujung, hanya menggulung.


Kebijakan berdiri di menara kata

keputusan ditimbang tanpa rasa

tanggung yang dijanjikan kian menjauh

palung masalah makin dalam, tak juga runtuh.


Mengapa seruan manusia tak pernah sampai?

suara berbaris, gugur sebelum usai

bagai angin lalu yang singgah sebentar

padahal beban dipikul punggung-punggung sabar.


Apakah cukup mulut menyulut harapan?

apakah kata sanggup menghapus tekanan?

Tengoklah ke bawah, di sana asa terkulai

digantung lelah, diikat gundah yang usai tak sampai.


Lihat manusia yang kian terhimpit

hari dihabiskan dalam kabut yang sempit

di antara makhluk transparan tak berperi

menelan damai, menggerogoti rezeki.


Sudahilah drama penumbuh angkara

jangan biarkan luka jadi warisan bangsa

bebaskan kembali denyut ekonomi negara

beri ruang bernapas bagi pencari asa.


Sebab, bukankah dulu lantang dikata

di mimbar janji yang penuh cahaya  

negeri yang berdiri atas cinta

bukan sekadar kuasa yang lupa rasa.


Penulis: Adha Rizki Saputra


Comments


EmoticonEmoticon